Berita

Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara

 

REBO BONTONG / MANDI SHAFAR

AKHIRI GILI FESTIVAL

Disbudpar, Gili Festival 2019 di Gili Trawangan berlangsung selama 5 (lima) hari, dari tanggal 19 Oktober 2019 sampai dengan 23 Oktober 2019 dengan berbagai acara yang ditutup dengan acara Rebo Bontong atau mandi Shafar yang dilaksanakan di pantai Gili Trawangan. Dalam ritual tersebut ribuan warga tua-muda, kecil-besar, warga lokal maupun wisatawan mancanegara berbaur dan mandi bersama tanpa membedakan warna dan status.
Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar S.H., M.H, hadir bersama wakil Bupati H.Syarifudin, SH., MH, dan mandi  bersama masyarakat. Selain kedua petinggi di Kabupaten Lombok Utara tersebut, pejabat-pejabat dari berbagai kepala OPD di Kabupaten Lombok Utara juga hadir dan memeriahkan ritual Rebo Bontong dengan selakaran, makan bersama dan mandi bersama. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai OPD leading sektor kegiatan ini mengelola event ini dengan sangat baik dimana semua masyarakat merasakan kebahagiaan.

Pada sambutannya Bupati Lombok Utara menuturkan  bahwa event ini merupakan kegiatan yang bagus  untuk menjalin kebersamaan dan tali silaturrahmi dengan masyarakat. Beliau juga mengatakan “ mandi adalah symbol pembersihan diri dan semangat untuk  mensucikan diri”.
Foto-foto kegiatan mandik Shafar silahkan klik link berikut:
Foto Mandi Shafar.

 

 

 

Read more

 

KABUPATEN LOMBOK UTARA

TAMPILKAN EMPAT TARIAN DI AJANG PEKAN KEBUDAYAAN

Disbudpar, tak kalah dengan kabupaten kota di Indonesia, kabupaten Lombok Utara (KLU) tampil memukau dalam acara pekan kebudayaan nasionaln(PKN) yang digelar di Istora Senayan , Jakarta.  Pada hari jumat 11 Oktober 2019 itu, kabupaten termuda di NTB ini menampilkan  empat  tarian yang berhasil menghipnotis penonton dan peserta lainnya.

“Pesertanya  dari seluruh Indonesia , dan kabupaten yang ikut hanya kabupaten Lombok Utara dan Sumbawa,” ungkap Arnowadi, S.Pd., selaku Kepala Bidang Kebudayaan dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pada Sabtu 12/10/2019.

Ia menuturkan , PKN ini sama levelnya dengan Pekan Olahraga Nasional (PON). Tahun ini pertama kalinya PKN digelar. Sebab itu, persiapannya tidak setengah setengah. Termasuk dari peserta. Phaknya sudah mempersiapkan penampilan tersebut  selama satu bulan sebelum acara di gelar.

“alhamdulillah penampilannya berhasil memukau pengunjung yang dating, kita pribadi juga sangat puas,” katanya.

Ada empat tarian yang ditampilkan secara medley selama 30 menit. Yakni Tari Gendang Beleq, Tari Nyoyang,Tari Lang- Lang, dan Tari Peresean. Para penarinya berasal dari  tiga sanggar seni  di KLU, yakni Sanggar Seni Dewi Anjani, Sanggar Srikandi dan Sanggar Setorasih. medley atas permintaan panitia. Penampilan mereka benar-benar total dan memukau ,”sambungnya.

Bahkan salah satu seniman dari lampung menyatakan ketertarikannya  terhadap kesenian kabupaten Lombok utara tersebut.  Mereka tertarik untukmengetahui lebih lanjut sejarah dan asal muasal kesenian tersebut.

Awalnya yang dikirim itu dari Bali, tapi setelah kita jelaskan, mereka kagum dengan kesenian tersebut,” jelasnya.

Ia melanjutkan pihaknya berharap PKN menjadi event tahunan. Event ini juga menjadi ajang silaturrahmi ragam Budaya dan adat seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Selain tarian, pihaknya juga akan  mengikuti karnaval budaya dengan tema Digdaya Nusantara. Tema ini berarti kejayaan atau lebih tepatnya mencapai kejayaan. Di ajang ini kabupaten Lombok utara akan menampilkan ikonnya sendiri yaitu Putri Cilinaya.

“kita kemas lengkap dengan kostumnya dan diiringi gendang beleq dan seluruh kepala desa di kabupaten Lombok Utara dan teman-teman dari OPD,” tandasnya.

Ia menjelaskan, dalam karnaval tersebut  pihaknya akan menampilkan peserta paling banyak yakni 110 orang. Ajang ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Kabupaten Lombok Utara. Sebab daerah ini menjadi satu-satunya dari dua kabupaten yang mewakili Nusa Tenggara Barat untuk mengisi acara tersebut.

Jarang-jarang ada kabupaten yang ikut, tentu ini jadi kebanggan untuk kita,karena kita adalah satu-satunya kabupaten/kota di NTB yang terlibat,” imbuhnya.

untuk melihat foto-foto kegiatan ini silahkanklik disini.

 

 

Read more

Tanjung, puluhan peserta Sail of Indonnesia 2019 disuguhkan penampilan adat dan budaya kabupaten Lombok Utara (KLU) di Hotel Medana Bay Marina, pada hari Sabtu tanggal 21 September 2019. Para wisatawan asing yang singgah menggunakan kapal Yatch itu nampak terpukai dengan sejumlah atraksi pariwisata seperti hasil kerajinan, kesnian dan budaya begibung. 

Vidi Ekakusuma, S.IP., M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bisa berdampak baik bagi pariwisata Kabupaten Lombok Utara. Melalui kegiatan ini pihaknya bisa mempromosikan potensi wisata daerah. Beliau mengatakan "Kita beruntung daerah kita dapat kesempatan untuk disingggahi para peserta Sail of Indonesia yang berasal dari berbagai negara".

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dalam kegiatan tersebut pihaknya mempromosikan adat dan budaya daerah seperti gendang beleq, tari adat hingga makan bersama (begibung - tradisi makan ala masyarakat Sasak Lombok Utara) dengan menggunakan dulang pesaji. 

"Yang jelas kegiatan ini bisa dijadikan ajang promosi untuk memperkenalkan Kabupaten Lombok Utara" ungkap beliau lebih lanjut. Sementara itu Owner Medana Bay Marina Hotel membeberkan jumlah peserta Sail of Indonesia 2019 menurun dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan lantaran kondisi cuaca yang kurang baik, namun bukan berarti menyurutkan antusias para peserta yang singgah di Kabupaten Lombok Utara. 

"Sekarang ini peserta 16 negara yang menggunakan 90 kapal dengan jumlah peserta kurang lebih 200 orang. Di sini ada 35 unit kapal dan di tembobor ada 10 unit dan sisanya di perairan gili-gili," bebernya. 

Sail Indonesia tahun ini merupakan kegiatan Sail yang ke X. Sail Indonesia sudah terselenggara sejak tahun 2009, memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Pada kegiatan Sail Indonesia tahun 2019, dirangkai dengan berbagai aktivitas seperti pameran produk unggulan daerah, pelatihan tari seni tradisional kepada wisatawan, belajar bahasa Sasak, Cooking class, charity gathering berupa water filter, donor darah, dan atraksi seni dan budaya bersamaan dengan acara BEGIBUNG.

Read more