Agenda

Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara

Gawe Beleq Lombok Utara

GAWE BELEQ LOMBOK UTARA

Kabupaten Lombok Utara memiliki berbagai potensi atraksi pariwisata budaya dan seni daerah. Ada gendang beleq, tari sireh, simetian atau presian, gandrung, genggong, gegerok tandak, cepong, dan masih banyak lagi. Atraksi seni dan budaya ini sering dipentaskan di daerah untuk tujuan menarik minat wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. Pentas seni dan budaya daerah kabupaten Lombok Utara pada umumnya dipentaskan pada acara Gendu Rasa Sopok Ate Siu Angen, Festival Tahun Baru, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Gawe Beleq Lombok Utara.

Gawe Beleq Lombok Utara adalah event yang rutin dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, event ini merupakan salah satu ajang promosi pariwisata di luar Daerah. Gawe Beleq Lombok Utara ini dimaksudkan sebagai upaya atau strategi pemajuan kebudayaan Nasional sesuai dengan Undang-Undang no. 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan nasional. event ini biasanya dilaksanakan di Jogja berkolaborasi dengan perhimpunan Mahasiswa yang ada disana, namun ada yang berberda tahun ini event Gawe Beleq Lombok Utara ini dilaksanakan berbarengan dengan adanya event Besar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) maka event ini dilaksanakan sekaligus di Jakarta dengan memboyong seniman-seniman lokal. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan  dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2019 dan Lombok Utara mendapatkan panggungnya sendiri pada tanggal 11 Oktober 2019 pukul 19.30 -20.00 Wita.

Pada event ini Lombok Utara akan menyuguhkan beberapa atraksi budaya berupa tarian- tarian  seperti tari Gendang Beleq, tari Nyoyang, Tari Presean dan tari Lang Lang . Gawe Beleq Lombok Utara tahun ini memiliki tema besar  "Diqdaya Nusantara" yang berarti kekuatan besar yang dimiliki  oleh Budaya Nusantara yang dimaksudkan sebagai ajang promosi untuk mempromosikan kabupaten lombok utara di Ibu Kota dan menjadi magnet untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Indonesia khususnya Lombok Utara lebih luas lagi. 

"Digdaya Nusantara dari Paer Daya" merupakan sebuah tema perhelatan Pekan Kebudayaan Nasional adalah agenda dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia yang mengundang seluruh Provinsi di Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam agenda besar ini. Acara PKN ini mengusung tema "Digdaya Nusantara" yang berlangsung sejak hari senin 7 Oktober 2019 sampai dengan minggu 13 oktober 2019 yang berlangsung di seluruh area Istora Senayan Jakarta. 

Sudah tidak asing bahwa setiap etnis mempunyai narasi tentang kebesaran kelompok masing-masing. Budaya yang dijalani, dengan cara yang berbeda satu sama lain, adalah bagian dari cara melanggengkan dan meneruskan kebesaran itu. Setiap kelompok etnis dan seperangkat budaya mereka yang terpisah tersebut telah mempunyai titik temu yaitu sebagai bangsa Indonesia. Dengan menjadi Indonesia, tidak berarti kita meninggalkan budaya masing-masing melainkan merangkainya menjadi satu ikatan yang dapat dipegang bersama-sama. Ikatan tersebut tidak sekedar ikatan simbolik, melainkan telah menjadi suatu persaudaraan, dari rasa senasip sepananggungan meluas menjadi rasa saudara-seperjuangan. Kebesaran suatu etnis tidak lagi menjadi kebesaran yang dijaga untuk kemudian dipertentangkan dengan kebesaran etnis lain. Atas nama persaudaraan, setiap kebesaran etnis tersebut justru disatu-padukan yang tujuan nya untuk membangun kekuatan yang lebih agung, yaitu Kedigjayaan Indonesia. Maka atas dasar inilah, kami dari Kabupaten Lombok Utara (Paer Daya), ikut serta dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional sebagai bentuk pelambangan Kedigjayaan Indonesai dari Paer Daya. 

Pawai Kedigjayaan ini akan dimulai di gedung yang menjadi simbol dari suara rakyat Indonesia yaitu MPR/DPR RI. Kemudian rombongan pawai akan melewati jalan Asia-Afrika hingga senayan dan berakhir di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selain  pawai budaya, menggelar kesenian daerah pada pentas seni tradisi yang dilaksanakan pada hari jumat 11 Oktober 2019, jam 19.00-selesai di panggung SIGAR komplek istora senayan. Tari yang akan ditampilkan adalah Tari Gendang Beleq, Tari Lang-lang, Tari Nyoyang, dan Tari Semetian. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan beberapa kelompok sanggar yang tersebar untuk ikut terlibat dalam perhelatan besar ini. Semoga apa yang presentasikan ini dapat menjadi penyemangat dalam menjaga dan merawat seni-seni tradisi sebagai salah satu simbol dari Kedigjayaan Negeri ini. Salam.